[NYATA] Olah Raga Sex
Agen Poker BandarQ Online ituPoker .Taruhan Bola Online
.
.
Agen DominoQQ Ceme Online ituDewa
www.pokervovo.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
. Situs Bandar Qiu Terbesar & Jamin Bayar 2015
.ww.bursabet.net
www.pokerkiukiu.com
QQDomino.net Bandar Domino QiuQiu Domino Ceme Poker Online Terpercaya Bandar Judi Casino Online
agen bola .model dewasa
jual lagu karaoke online www.bosbola.com
www.lapakdewa.com www.lapakvegas.com
Agen Judi Togel Online Indonesia TogelNalo Agen Togel Indonesia Online KuponNalo
Results 1 to 8 of 8

Thread: Olah Raga Sex

  1. #1

    Olah Raga Sex

    Setelah dua tahun bercerai aku baru mulai bisa menikmati hidup menjomblo.
    Dalam usia ku di awal 50-an aku tidak lagi direpotkan oleh pekerjaan. aku
    memilih tinggal di daerah sepi di Bali. rumah ku tak jauh dari pantai yang
    berpasir putih. Daerah ini karena sepi dan jauh dari pemukiman penduduk,
    sering dimanfaatkan oleh wisatawan asing untuk bernudis ria. Kelompok
    mereka memang tidak banyak, yah sekitar 10 sampai 15 orang saja bersendau
    gurau sambil telanjang. Kadang kala aku memergoki mereka sedang
    berhubungan di pasir di semak-semak agak jauh dari pantai.
    Aku memang menyukai laut dari pada pegunungan yang dingin dan kerap hujan.
    Udara di pantai rasanya lebih segar dan deburan ombak di pantai menjadi
    selingan suara yang menenangkan hati.
    Untuk menjaga kesehatan, aku rutin melakukan joging 3 kali seminggu di
    sepanjang pantai. Daerah ini memang sepi sekali, tetapi aku merasa tentram
    dan aman. Jadi meski aku joging sendirian di sepanjang pantai, tidak
    pernah muncul perasaan khawatir akan gangguan.
    Kadang-kadang aku mendapati hiburan menyaksikan sekelompok bule sedang
    bertelanjang mandi di pantai. Kami sering juga terlibat mengobrol. Mereak
    tampak santai aja meski dalam keadaan telanjang ngobrol dengan aku yang
    masih menggunakan celana renang dan kaus oblong.
    Suatu hari di bulan agustus, aku bagun lebih pagi dari biasanya, karena
    memang tidak bisa tidur lagi. Kuptuskan bersepeda ke pantai sambil tak
    lupa membawa celana renang. Aku sepagi itu melakukan aktifitas joging di
    sepanjang pantai. Matahari belum tampak muncul dari ufuk timur, air laut
    masih terasa sejuk dan di pantai belum tampak seorang pun.
    Ketika aku sedang berlari seperti biasa, kudengar ada orang juga berlari
    dari belakang. Kutoleh ke belakang, ternyata seorang wanita bule berlari
    dengan lebih cepat dariku dan dia total bugil. Ini tentu saja mengejutkan
    ku sehingga aku tidak bisa mengabaikan pemandangan itu.Ketika dia mendekat
    dia malah berkata, " maaf saya telah membuak kamu canggung."
    "emang iya sih," kataku jujur sambil memperhatikan bentuk tubuh yang indah
    dengan kulit berwarna agak gelap. Badannya sangat terawat dan terlihat dia
    rajin berolah raga. Ini terpancar dari otot-ototnya yang kencang, juga
    payudaranya yang padat, perut rata. Dia tersenyum dan wajahnya cukup
    manis. Dia kelihatannya sebaya dengan saya atau sedikit lebih muda.
    Dia kelihatan agak mengernyit melihat saya yang berpakaian. Tidak ada
    kesan dia malu atas ketelanjangannya, bahkan dari matanya terlihat dia
    cukup bersahabat.
    "Yuk gabung berolahraga bersamaku,dari pada kamu terus-terusan
    memperhatikan aku" kata wanita itu.
    Aku jadi malu dan mungkin saja waktu itu mukaku memerah karena ketanggor
    menikmati tubuh telanjang.
    "Sorry, biasanya aku tidak bertemu dengan cewek telanjang di sini,"
    jawabku sambil berusaha memulihkan rasa canggungku.
    "Ah aku biasa dipandangi seperti itu dari cowok bahkan cewek. Sudah
    bertahun-tahun aku melakukan joging sambil bugil."
    Kamu akan merasakan kenikmatan berjoging yang lebih dari biasanya jika
    kita melakukannya bersamaan.
    Akhirnya aku menerima tawarannya untuk joging bareng dia. Terus terang aku
    kagum pada badannya yang sangat terpelihara dan kebugarannya yang prima.
    Aku bahkan harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyamai kecepatan
    larinya. Tidak terasa kami semakin jauh dari tempatku start tadi. Keadaan
    pantai sangat sepi karena di daerah ini memang tidak berpenduduk dan tidak
    digunakan untuk rekreasi. Kami berkeringat dan terengah-engah. Setelah
    sekitar sejam aku minta dia untuk berhenti dulu. " Ini adalah joging ku
    yang terjauh, " kata ku.
    "Aku pun bertahun-tahun baru bisa mencapai jarak sejauh ini, oke mari kita
    berjalan untuk menurunkan denyut jantung, baru setelah itu kita
    berenang," katanya.
    "Baiklah," kataku.
    Kami lalu berjalan. Aku mengagumi kekuatan cewek ini. Biasanya jika aku
    melihat cewek maka akan berkembang fantasiku dan ini membuat bagianku
    mengeras di bawah sana. Namun cewek ini lain, meskipun bagian bawahku juga
    agak mengeras. Tapi aku putuskan untuk tidak mengajaknya melakukan
    hubungan. Aku lebih senang jika kami menikmati saja apa adanya nanti,
    tanpa ada usaha ku membujuknya untuk melakukan hubungan.
    "Tidak ada siapa pun disini kecuali kita," katanya yang kemudian
    membubarkan lamunanku.
    "Lebih baik kamu buka celana renangmu lalu kita berenang sehingga ketika
    kamu kembali kamu tetap punya celana yang kering. Lagi pula kamu bisa
    menggosok daki di bagian lipatan paha sebelah dalam tanpa terhalang
    celana." katanya sambil memandangku serius. Dengan santainya dia lalu
    menurunkan celana renangku sambil berkata, kenapa sih nudis dianggap
    sebagai masalah besar. Ia kemudian dengan santai jalan ke laut.
    Aku merasa malu tapi sekaligus senang. Inilah kesempatanku merasakan
    pengalaman nudis dipantai bersama cewek yang cukup memikat. Aku tentu
    tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku lalu melepas celanaku dan
    secepatnya lari ke air. Ia lalu tersenyum.
    "Aku senang, karena biasanya agak susah bagiku memulai nudis apalagi
    ditengah-tengah orang yang tak kukenal. Ngomong-ngomong sejauh ini kita
    telah lari dan berenang telanjang tapi nggak tahu namamu, namaku Dani.
    "Aku Naomi, maaf kalau aku membuat kamu malu, seharusnya aku memang harus
    lebih hati-hati. Nudis sebenarnya adalah hal yang alami, dan saya tidak
    punya pikiran lain dari ketelanjangan," katanya.
    Kami lalu mencebur ke dalam air. Pada mulanya aku merasa aneh karena alat
    vitalku bergerak bebas di dalam air tanpa kekangan. Rasanya memang nyaman
    dan agak geli juga ketika aliran air menyapu bagian vitalku. Naomi memang
    benar. Rasa alami ketika telanjang. Aku memperhatikan Naomi yang berenang
    dengan gaya telentang. Setiap kali dia mengangkat tangannya dan kepalanya
    terlelap air, tetek besarnya bergerak mengikuti gerakan tangannya. Aku
    jadi terpesona dengan pemandangan ini. Dia jadi kelihatan tambah sexy.
    Gundukan kemaluannya yang tertutup rambut pirang kadang kala tersibak dan
    muncul dua bibir kemaluannya yang tebal menyeruak. Kemaluannya muncul
    tenggelam di air. Kemaluanku jadi berkembang makin besar. Aura sexy Naomi
    makin memancar dan menimbulkan rangsangan pada kemaluanku.
    "Saya senang caramu memandangku, kata Naomi.
    " Kamu membuat saya jadi bergairah," kata ku.
    " Saya tidak tahu sejauh apa rangsangan yang kamu rasakan, tetapi
    pandanganmu membuat wanita menjadi bangga, sekarang mari kita meregang
    otot-otot di pantai." kata Naomi.
    Saya ikuti dia mentas dari air. Bentuk badan Naomi memang pantas dikagumi,
    tidak kerempeng seperti gadis 16 tahunan. Kulitnya memang tidak selembut
    gadis remaja, tetapi bokongnya terlihat padat. Langkahnya menunjukkan
    kedewasaan Naomi. Pantatnya bergetar seirama dengan langkahnya dan rasanya
    Naomi tidak berlaku dibuat-buat.
    Setelah sesi peregangan. Naomi berdiri dihadapanku sambil memperhatikan
    diriku dari ujung rambut sampai ujung kaki.
    "kapan kamu terakhir mengolah gerak alat vitalmu, tanya Naomi sambil
    memperhatikan pinggangku.
    "Apaan, saya belum tahu ada latihan gerak khusus untuk alat vital," tanya
    ku agak ragu.
    "Kebanyakan orang, baik pria maupun wanita dalam berolahraga melalaikan
    latihan pada organ seks mereka. Mungkin karena rasa malu karena ini
    berkaitan dengan seks. Seperti halnya berolahraga yang melatih otot-otot
    anggota tubuh untuk berfungsi lebih baik, kamu juga harus melatih gerak
    organ sex mu agar bisa berfungsi baik. Saya rasa kita bisa berpatner dalam
    melakukannya, kamu mau kan," tanya Naomi.
    " Aku jadi antusias tapi jujur aja juga rada malu, dan tawaran seperti itu
    tentu tidak bisa ditolak, apalagi wanita sexy yang menawarkannya. Meski
    aku senang dan iangin melakukannya, tapi tidak tahu bagaimana adik kecilku
    apakah dia akan bereaksi secara yang diinginkan' kata ku.
    Naomi lalu mengajakku ke tempat yang agak terlindung.
    "Adik kecilmu akan mendapat mahkota Raja Pantai. Setelah beberapa sesi
    latihan adik kecilmu akan menjadi lebih digdaya katanya sambil
    memperhatikan adik kecilku dan dia tertawa geli melihatku bengong.
    Aku jadi ikutan tertawa ditengah rasa tak menentu yang diliputi juga rasa
    malu.
    "Sekarang tidur telentang, tangan disamping badan dan bernafaslah yang
    dalam dari perutmu. Ketika menarik nafas kencangkan otot adikmu dan
    longgarkan saat menghembus nafas. Cobalah dengan ritme nafas yang natural,
    dan kamu akan merasa hangat menjalar ke seluruh tubuhmu dan selangkangmu
    juga tentunya. Saya akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu
    lakukan. Pada tahap ini abaikan keberadaan ku, dan kosentrasi kepada ritme
    pernafasanmu.
    Aku ikuti semua arahan Naomi. Pada mulanya aku mengejan alat vitalku
    dengan mengeraskan otot-ototnya dan agak sukar juga seirama yang natural.
    Kesukarannya adalah mensinkronkan nafas dengan tekanan mengejan. Namun
    perlahan-lahan aku mulai bisa menguasai ritmenya. Aku mulai dijalari rasa
    hangat di sekujur tubuhku ketika aku menarik nafas. Ini menjadikan
    perasaanku semakin kuat dan alat vitalku juga semakin keras.
    Beberapa saat kemudian dia menghentikan ku.
    "Sekarang mari kita berlatih bersama mensinkronkan pernafasan kita. Ini
    akan membantu kita mencapai energi yang lebih besar dan akan menyenangkan
    bagi kita. Duduklah dan lebarkan kedua kakimu dan lemaskan
    dengkulmu senyaman mungkin, aku akan duduk diatas pangkuanmu. Kita akan
    melakukan latihan bersama, Sekarang ketika kamu menghembuskan nafas dan
    mengendurkan otot, aku akan menarik nafas dan mengencangkan otot-ototku.
    Dengan cara ini energi kita akan melingkupi kita secara berkesinambungan.
    Sekarang kembalilah konsentrasi pada nafas dan peregangan otot-ototmu,
    lalu rasakan apa yang kamu dapatkan. Jika kamu serius, saya jamin ini akan
    lebih memudahkan konsentrasimu dan aku," kata Naomi.
    Pagi ini aku benar benar tidak lagi mampu mengontrol diriku sendiri.
    Naomi membawaku kepada keadaan yang belum pernah aku bayangkan, dan aku
    tunduk pada instruksiknya tanpa ragu. Biasanya akulah yang mengendalikan
    kemauanku, terutama dalam hal sex. Alangkah indahnya kali ini, ketika aku
    tidak menjadi pihak yang dominan. Suasana ini begitu nyaman dan sangat
    alami.
    Aku duduk di pasir dan seperti yang diinstruksikan Naomi aku memangkunya
    berhadapan. Kakinya dilingkarkan ke badanku dan aku menduduki ujung
    kakinya. Tangan Naomi memeluk bahuku, tubuh kami merapat. Adik kecilku
    berada tepat di mulut kelamin Naomi. Setelah melakukan beberapa kali
    dengan beberapa kekeliruan juga akhirnya aku bisa mengatur ritme
    peregangan dengan irama pernafasanku dan irma Naomi. Susah juga
    berkonsentrasi olah nafas sementara vitalku menyundul-nyundul bibir vagina
    Naomi.
    Kami menyamankan diri kami dan berkonsentrasi pada pernafasan serta
    meregangkan otot vital kami. Aku merasakan peregangan otot vital naomi
    pada bagian vitalku setiap kali dia menarik nafas. Irama pernafasan kami
    makin cepat dan rasa hangat menjalar ke tubuh kami secara lebih menonjol.
    Kulit kami jadi makin hangat dan mulai berkeringat. Alat vitalku menjadi
    makin keras mendorong ke dalam kemaluan Naomi dan kemaluan nya serasa
    makin menelan adik kecilku.
    Irama kami semakin sinkron dan Naomi mulai mengeluarkan suara ketika
    menghembuskan nafas dan matanya memberi signal agar aku mengikuti apa yang
    dilakukannya. Aku ikut bersuara ketika menghembuskan nafasku dan terasa
    getaran di dalam pinggangku. Sementara itu vitalku sudah menyatu dengan
    vagina Naomi. Aku merasa vitalku berada sangat dalam di Naomi. Ujung
    vitalku serasa mentok di vaginanya saking dalamnya dia terbenam di dalam
    vagina Naomi. Aku tidak melakukan apa pun kecuali kosentrasi dengan
    pernafasan bagitu juga tampaknya Naomi. Tubuh kami bersatu, bibir bertemu
    bibir dan puting susunya yang mengeras menyapu dadaku
    Setiap kali dia menghirup nafas otot vaginanya meremas vitalku. Saya
    merasa vitalku dan energiku seperti tersalur ke dalam diri Naomi, demikian
    juga sebaliknya.
    Kami konsentrasi menikmati pelatihan ini. Aku merasa semakin nyaman dan
    sangat menggairahkan. Alat vitalku berkedut seperti orrgasme kecil. Aku
    heran, orgasmeku tidak sampai aku ejakulasi. Aku berusaha santai dan Naomi
    menerima getaran orgasme ku dan vaginanya menyambutnya dengan relax. Dalam
    waktu singkat aktivitas kami semakin menggairahkan dan makin tinggi. Tubuh
    Naomi mengejang dia memasuki fase orgasme. Suatu penmandangan yang
    menggairahkan melihat reaksi orgasme Naomi. Aku merasa akan kembali
    mengalami orgasme ketika aku menurunkan tensiku. Saat itu orgasmeku terasa
    sangat kuat dan kehangatan menjalari seluruh tubuhku, dan anehnya aku
    tidak ejakulasi. aku merasa tidak seperti rasa ejakulasi biasanya, ini
    sebuah sensasi baru.
    Setelah beberapa kali orgasme, Naomi berbisik "Silahkan kalau kamu mau
    ejakulasi di dalam vaginaku, tetapi kalau kamu mau merasakan pengalaman
    lain, tahan ejakulasimu dan simpanlah energimu, itu akan membuat kamu
    lebih sehat. Tubuhmu akan memiliki energi sex yang tinggi untuk waktu
    lama.
    "Melalui pengalaman yang kamu ajarkan kepadaku, aku tidak ragu lagi akan
    mengikuti semua petunjukmu." jawabku.
    Secara perlahan-lahan kami saling mengendurkan saraf sambil bertahan pada
    posisi semula, berpelukan dan nafas kami lebih perlahan, berciuman lembut
    dan vitalku masih tetap berada didalam vagina Naomi tetapi pada posisi
    yang santai. Batangku tetap bertahan di dalam vagina Naomi. Aku sama
    sekali tidak merasakan kelelahan seperti umumnya habis melakukan hubungan
    dan juga tidak ada rasa kantuk seperti biasanya.
    "Terima kasih Dani, Saya merasa nikmat berolah raga bersamamu. Saya senang
    dengan cara kamu memperlakukanku," katanya. Ucapannya itu membuat vitalku
    kembali menegang. " Cukup dulu untuk hari ini ," katanya sambil menciumku.
    "Oklah mari kita pulang," kata ku.
    Naomi menarik kemaluannya meninggalkan batangku yang setengah ereksi.
    Naomi lalu membungkuk dan mengulum batangku. Otomatis batangku kembali
    mengeras.
    Naomi menarik saya berdiri dan kami kembali ke tempat awal kami.
    Last edited by cak-mat; 27-09-2011 at 10:21. Alasan: masih belajar
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    Hebat gan olahraganya,wah andaikan ada gurunya saya juga mau diajarin tuh hehehe.... ~.~
  4. #3
    di mana alamat gurunya gan, aq juga mau belajar.
  5. #4
    Topik yg bagus, ngga klise.. Tambah kreatif ya..
  6. #5
    Korban Banci
    Bergabung
    Oct 2011
    Lokasi
    Jakarta - barat
    Posts
    34
    mau dong belajar kayak gitu dimana ya bisa daftarnya hahahah..........
  7. #6
    BAGUS..inic erita yang bagus,
  8. #7
    Jadinya . . . . ini fantasi atau real sih
  9. #8
    jadi mau berolahraga nih

Tags for this Thread

Agen Togel Nasional Online

Agen Judi bola Online
Agen Judi Poker Domino 99 Online

Agen Judi bola Online
Judi Poker Domino 99 ituQQ     Agen Judi Togel Online Asli4D