Hadiah perpisahaan rumah sakit
Agen Poker BandarQ Online ituPoker .Taruhan Bola Online
.
.
Agen DominoQQ Ceme Online ituDewa
www.pokervovo.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
. Situs Bandar Qiu Terbesar & Jamin Bayar 2015
.ww.bursabet.net
www.pokerkiukiu.com
QQDomino.net Bandar Domino QiuQiu Domino Ceme Poker Online Terpercaya Bandar Judi Casino Online
agen bola .model dewasa
jual lagu karaoke online www.bosbola.com
www.lapakdewa.com www.lapakvegas.com
Agen Judi Togel Online Indonesia TogelNalo Agen Togel Indonesia Online KuponNalo
Results 1 to 2 of 2

Thread: Hadiah perpisahaan rumah sakit

  1. #1

    Hadiah perpisahaan rumah sakit

    Jason, salah satu pasienku, cowok tampan yang masih berumur 18 tahun. Sudah 2 minggu tinggal di rumah sakit karena kecelakanan lalu lintas yang dialaminya. Setelah 9 – 10 hari di rumah sakit, dia mulai sembuh dan perlahan mulai pulih kembali, aku memulai menggodanya. Aku selalu lebih suka laki-laki yang lebih muda dari aku untuk aku goda dan bercinta. Pada minggu terakhir Jason di rumah sakit, untuk 5 kali shift malam berturut-turut, aku mendapatkan sedikitnya 2 kali semprotan cairan mani dalam semalam dari penis keras muda Jason. Pada malam terakhir Jason di rumah sakit, sebagai hadiah perpisahan, aku tidur terlentang di tempat tidur, menjerit-jerit, membiarkan Jason memasukkan penisnya ke dalam anusku yang masih sangat sempit karena jarang kugunakan untuk cowok2 lain, sampai dia menemprotkan cairan mani nya ke dalam lubangku dengan sangat keras sekali.

    Esok harinya, aku menciumnya( di kening karena pacarnya dan orang tua nya ada disana), aku meminta Jason berjanji untuk tetap menghubungiku setelah keluar dari rumah sakit. Aku yakin kalau Jason pasti bakalan jadi seorang pecumbu yang sangat hebat dan aku ingin selalu jadi mainan baginya.hehehe…

    Seminggu kemudian, Jason menghubungiku dan dia bilang ingin bertemu. Dalam percakapan di telepon, Jason bilang ingin memperkenalku aku dengan beberapa temannya. Dia juga berkata kalau dia ditertawakan temannya ketika dia bercerita ke temannya kalau dia mendapat perlakuan ‘istimewa’ selama di rumah sakit dan dianggap gila. Jadi, aku sepakat untuk membuat acara pada keesokan harinya untuk membuktikan kepada teman-teman Jason. Aku juga mengajak Amy dan Beth ikut dalam acara itu (dua-duanya adalah sahabat dekatku).

    Aku tau kalau tidak butuh waktu yang lama untuk mengajak Amy dan Beth. Kami bertiga sudah menjadi sahabat sejak di sekolah keperawatan 5 tahun yang lalu. Satu hal yang paling kita sukai adalah seks. Sebelum bertemu dengan Amy dan Beth, aku menyadari kalau aku berbeda dari cewek-cewek kebanyakan. Aku sangat tergila-gila pada seks. Semakin aneh dan semakin nakal, aku semakin suka.

    Aku bertemu Amy waktu acara pesta penyambutan anak baru di sekaolah keperawatan. Kami suka menggoda kakak kelas kami sampai mereka semua menumpahakan cairan mani mereka ke tubuhku yang sintal. Amy belum pernah bermain seks dengan sesama jenis sebelumnya, tetapi ketika aku menjilat vaginanya untuk pertama kali, dia menjadi ketagihan sampai dia pun berani untuk melakukan hal yang sama padaku. Setiap kali pacarnya Ami tugas keluar kota, kita selalu melakukannya berdua dengan ataupun tanpa Dildo.

    Beberapa bulan kemudian, aku bertemu Beth di sebuah klub malam. Ketika itu, dia sedang bersama seorang pria tua, berumur sekitar 40-an. Aku sudah pernah berdansa di lantai disko dengan banyak cewek-cewek tetapi Beth adalah yang paling ganas tariannya. Aku sangat menyukainya, seperti seakan-akan cuma kita berdua saja yang ada di klub itu. Dia selalu mendesah dengan keras ketika aku meremas dadanya, yang tak memakai bra, dan mendesah lebih keras lagi ketika aku bermain-main dengan vaginanya. Kami suka melakukannya dan yang paling penting, pacarnya tau apa yang kita lakukan.

    Seminggu kemudian, aku memperkenalkan Amy ke Beth dan selebihnya adalah kenangan kita bertiga. Selanjutnya akan aku ceritakan pengalaman kita bertiga bersama Jason dan teman-temannya.

    Sesuai rencana, Beth dan Amy tiba di rumah saya jam 1 siang. Mereka juga membawa sebotol wine dan 3 gelas. Kami mempersiapkan segalanya dengan baik untuk acara nanti sore dan tentu saja pakaian seksi yang akan kita pakai untuk menggoda cowok-cowok itu.

    Penis, adalah favorit kita bertiga, baik waktu kerja maupun diluar jam kerja kita selalu ingin dan ingin menikmati ‘benda’ itu. Hehehe. Beth, 24 tahun, setahun lebih tua dari aku dan Amy, tinggi, langsing, dengan dada yang lumayan besar 36b. Beth punya pentil yang besar dan para cowok selalu suka untuk mengemutnya. Beth memakai tanktop pink dan rok yang sangat pendek sehingga kakinya yang jenjang terlihat sempurna. Dia memakai celana dalam G-string berwarna biru muda dan tidak memakai bra.

    Amy, seperti aku, dengan rambut yang diwarnai coklat merah; dengan tinggi lebih 5cm dari aku yang 160cm dan lebih berat 2kg dari aku. Amy memakai kaus merah tanpa lengan yang ketat yang terlihat pusarnya yang sangat manis. Langsing, putih, dengan dada yang tidak begitu besar, 34a. dia memakai rok kulit berwarna hitam yang cukup pendek sekitar 20cm diatas lutut. Seperti Beth, Amy juga tidak memakai bra dan Amy juga sangat nekat tidak memakai celana dalam juga. Maksudnya untuk menggoda cowok-cowok yang akan hadir di acara itu.

    Aku, selalu menjadi yang paling berani diantara kita bertiga. Aku memakai baju terusan baby-doll berwarna putih krem dan tidak memakai bra sehingga dadaku yang berukuran 34b tercetak jelas di balik bajuku. Aku, juga seperti Beth, tidak memakai celana dalam. Baju terusanku panjang nya Cuma menutupi sedikit pahaku ynag putih mulus, sehingga apabila aku jongkok ataupun duduk akan memperlihatkan seluruh pahaku itu.

    “Wow! Bajumu bagus, Kathy!” Beth berteriak kegirangan. ”Dimana kamu beli baju itu?”

    “Aku beli via internet”, aku menjawab dengan tertawa. “Aku masih mempunyai banyak yang seperti ini. Lihat, aku masih punya yang merah dan pink, kelihatannya cocok untukmu dan Amy. Aku yakin cowok-cowok pasti suka kalau kalian pakai”.

    Kami bertiga ketawa cengengesan dan kemudian aku langsung keluar ke ruang tengah yang cukup luas untuk menunggu Jason dan teman-temannya. Amy dan Beth segera menyusulku.

    Amy sudah menghabiskan segelas wine sambil menunggu kedatangan cowok-cowok itu dan sekarang sedang meneguk gelas yang kedua. “Aku sudah tidak sabar untuk mencoba penis anak laki-laki umur 18 tahun. Hahahaha…”

    “Sejak kapan lu butuh wine untuk membangkitkan gairahmu?”, ejek Beth. “Biasanya Kathy yang akan jadi liar setelah beberapa gelas wine, tapi lu itu pelacur sejati. Hahaha.”

    “oh tentu saja!”, seru Amy. “Kathy tak akan pernah puas, dia sudah berikan 2 lubangnya buat Jason tapi aku cuma menggodanya sedikit di rumah sakit.”

    Aku tertawa melihat kedua temanku yang saling mengolok-olok dan menuangkan lagi wine ke gelas kita yang aku sendiri juga ga tau sudah gelas ke berapa. Kita menghabiskan waktu dengan bercanda dan gurauan tentang pengalaman seks kita sebelumnya. Kemudian, bel tiba-tiba berbunyi.

    Aku bergegas ke pintu tapi sebelumnya aku pastikan dulu kalau semuanya dalam keadaan sempurna! Aku buka pintunya dan aku melihat Jason melihat aku dengan mata tak berkedip dan kedua temannya yang dalam keadaan gugup dan terbengong-bengong.

    “Jangan kek patung donk! Ayo masuk,” ajak aku. “Relax aja. Aku gak gigit koq.”

    Dengan tergesa-gesa mereka masuk ke dalam dan aku menutup pintunya dengan terlalu keras. “Ups, sorry.” Ketiga cowok ini segera menoleh ke belakang dan menatapku dengan mata yang terheran-heran.

    “Wow. K-k-k-kamu kelihatan sangat seksi, Kathy!” seru Jason yang diikuti anggukan kepala kedua temannya. “Aku suka bajumu.”

    “Benarkah?,” aku Tanya dan dijawab Jason dengan senyum yang sangat manis. “Ayo ke ruang tengah. Amy dan Beth sudah menunggu.”

    Amy dan Beth duduk di sofa panjang dengan gelas wine di tangan, ketika aku memasuki ruang tengah dengan 3 anak umur 18 tahun. Aku perkenalkan mereka satu per satu. “mereka teman baikku. Jadi tolong perlakukan mereka dengan baik, dan mereka juga akan begitu. Ok?”, jelas aku ke cowok-cowok itu.

    Ketiga cowok itu berpakaian layaknya anak-anak gaul pada umumnya. T-shirt dengan celana pendek yang sangat berbeda dengan kita yang kelihatan sangat dewasa.

    Kemudian, Jason memberanikan diri berbicara duluan, “i-i-i-ini teman-temanku, K-k-k-kevin dan M-m-m-martin. Mereka teman sekelasku.”

    Beth dan Amy tertawa geli melihat tingkah Jason yang sangat kaku dan gugup, tetapi kita bertiga tau kalau mereka sering merperhatikan tubuh kami ini.

    “Kami baru saja ngobrol dan beberapa gelas wine,” aku menjawab Jason. “Jangan terlalu gugup donk. Aku juga sedikit gugup ketika bertemu dengan orang baru. Aku punya bir kalau kalian mau, atau kalian mau wine juga? Itu akan menghilangkan rasa gugup kalian.”

    Kemudian mereka bertiga secara serentak bilang “bir saja!”. Akupun tertawa terbahak-bahak. Demikian juga dengan Amy dan Beth. Aku segera ke dapur dan mereka kupersilahkan duduk. Mereka duduk tepat di depan kami yang sudah kita atur sedemikian rupa sehingga mereka bisa dengan leluasa melihat paha kita yang mulus.

    “Gimana keadaan lu setelah keluar dari rumah sakit, Jason?,” tanya Amy.
    “Sudah lebih baik berkat kak Kathy yang merawatku,” jawab Jason lugu dan diikuti dengan kita bertiga yang tertawa terbahak-bahak.

    Beberapa menit kemudian, setelah cowok-cowok itu mulai terbiasa dengan situasi saat itu dan kelihatannya rasa gugup mereka juga sudah berkurang dan kelihatannya para cowok-cowok itu sudah mulai panas dengan 3 gelas bir yang sudah mereka habiskan. Aku mulai merasa cowok-cowok itu mulai berani dan itu kelihatan dari tatapan mereka ke arah rok kami yang kadang-kadang kami sengaja silangkan dan kelihatan jelas bagian dalam rok kami. Aku melihat mereka selalu menelan ludah ketika kami melakukannya. “Ini semakin seru saja,” pikirku.

    Kemudian, aku memberanikan diri bertanya kea rah yang lebih nakal, “Jadi, apakah Jason memberitahu kalian kalau bagaimana serunya kita bercinta ketika di rumah sakit?”

    Martin dan Kevin Cuma bisa saling bertatapan dan tersenyum. Aku melanjutkan dengan beberapa pertanyaan nakal. Amy dan Beth sangat menikmati apa yang aku tanya tapi para cowok itu tidak. Malah, mereka semakin gugup dengan apa yang aku tanyakan. Tetapi, aku tau kalau di balik celana mereka sudah ada yang ga tahan.hehehe..

    “Well, aku rasa kalian ga akan percaya dengan apa yang Jason ceritakan kepada kalian. Tapi, semua itu adalah rahasia kami berdua selama di rumah sakit. Dia sudah pernah merasakan lubang anus ku yang sangat sempit. Aku membiarkan dia melakukan apa yang dia mau, benar Jason?”

    Jason mengangguk tanda setuju, “Yup, Kathy. Tubuhmu sangatlah nikmat. Aku tidak pernah merasakannya yang sepertimu bahkan pacarku sendiri.”

    Aku menoleh ke Kevin. “Lu mau merasakan apa yang sudah Jason rasakan? Apa lu mau merasakan gimana rasanya jepitan vaginaku? Apa lu mau menumpahakan cairan mani lu ke mulutku dan aku telan semuanya?,” tanyaku ke Kevin.

    Tanpa menunggu jawaban dari Kevin, aku langsung berdiri dan mencium Kevin dan duduk di pangkuannya sambil tetap kita saling berciuman dengan ganasnya.

    “Woo-hoo Kathy!” seru Amy dengan histeris.Amy sudah setengah mabuk dengan mukanya yang sudah sangat merah. “Cium di dengan hebat! Buat dia merasakan lidahmu yang hebat itu!”

    Keempat orang itu Cuma menatap apa yang kami lakukan. Kevin kemudian melingkarkan tangannya ke pinggangku dan aku mendesah dengan hebat ketika Kevin sudah bisa mengimbangi permainan lidahku.

    Amy, yang duduk di sebelahku mulai bangkit dan juga duduk di pangkuan Jason dan mulai mencumbunya. Jason kelihatan sangat terkejut dan tanpa dapat berkata apa-apa lagi, Amy langsung menyerangnya dengan bibir Amy yang tipis dan seksi.

    Martin yang juga sudah tidak sabaran segera berdiri sebelum Beth bangkit dari duduknya, langsung menerkan Beth layaknya seekor singa yang menerkam mangsanya. Martin sudah ga mampu menahan nafsunya setelah melihat apa yang kita lakukan. Tanpa kesulitan, Beth mengimbangi permainan lidah Martin.

    Selama beberapa menit, kami tiga pasang ini melakukan permainan lidah yang sangat nikmat. Desahah-desahan dan bunyi air ludah sudah tidak kita hiraukan lagi. Aku sangat menyukai permainan lidah dan pemanasan ini. Jadi aku sengaja perlahan-lahan menikmati mencumbu mulut Kevin, kening, dagu, hidung dan lehernya. Aku meninggalkan beberapa cupangan disana. Aku dapat merasakan betapa kerasnya penis Kevin di balik celananya.

    Di ujung sana, aku melihat Martin sudah mulai membuka baju Beth dan meremas dadanya dan diikuti dengan desahan keras Beth. Martin meremas sambil menjilat dan menggigit puting Beth. Beth kelihatan sangat menikmatinya dengan mata tertutup.

    Sambil menjilati telinga Kevin, aku melirik ke arah Amy, ternyata Amy sudah sangat mabuk akibat wine yang dia minum. Amy sangat agresif dengan dia sudah meraba-raba penis Jason yang masih tertutup celana dan tangan yang satu lagi membimbing tangan Jason kea rah vaginanya yang tidak tertutup apa karena Amy tidak memakai celana dalam.

    Kembali ke aku dan Kevin, aku masih tetap mencumbu mulut Kevin dengan ganasnya dan kali ini Kevin sudah tidak segan-segan meraba-raba dada dari luar.

    “Buka,” pinta aku. “Buka bajuku. Lihatlah putingku sudah sangat mengeras gara-gara lu. Sedot putingku! Puaskan aku!”

    Kevin mengikuti komandoku dengan mengangkat bajuku keatas dan mulai menjilati putingku. Sekarang aku tidak memakai apa-apa lagi. Kevin semakin bersemangat menjilat dan menyedot putingku dan aku cuma bisa mendesah-desah. Tak kupedulikan lagi apa yang terjadi pada Amy dan Beth. Aku terus saja mendesah sampai Kevin melepaskan mulutnya dari putingku.

    Aku kemudian turun dari pangkuannya dan mulai menurunkan resleting celana Kevin dengan mulut. Kevin juga segera dengan tergesa-gesa membuka kaosnya sendiri. Setelah aku berhasil membuka celana dan celana dalamnya, aku melihat penis anak 18 tahun yang masih sangat kencang. Tidak seperti penis pacar Beth yang sudah berkerut. Sejenak aku menoleh ke samping, kulihat Amy sedang mengemut penis Jason yang menjadi favoritku dan Beth sedang tidur terlentang dan Martin sedang menjilati vaginanya.

    Aku mulai menjilati dan mengemut penis Kevin dengan ganasnya. Tak sampai 5 menit Kevin sudah mengeluarkan cairan maninya yang langsung kutelan semuanya. “sori,” kata Kevin. Aku cuma tersenyum. “ga apa-apa. Kok cepat keluarnya?” “Habis ga tahan dan ini baru pertama kali,” jawab Kevin dengan malu. “Wah. Hebat. Aku bisa mendapat keperjakaan anak ini. Kasihan..,” gumamku dalam hati.

    Aku membersihkan sisa mani Kevin di mulutku dengan tissue dan kemudian mulai menciumi Kevin. Aku bisa mendengar detak jantung Kevin yang cukup kencang sehingga ketika aku menciumnya, dia kelabakan melayani permainan lidahku. Aku membiarkan dia tenang sejenak. Kudengar Beth mendesah dengan hebatnya dan kutoleh ke arah Beth dan Martin. Kulihat Martin sudah melakukan penetrasi ke Beth dan sepertinya Martin sudah pengalaman, yang akhirnya kuketahui kalau Martin sudah pernah melakukannya dengan pacar-pacarnya sebelumnya. Amy masih mengemut penis Jason. Jason memang sangat pandai mengatur nafasnya sehingga bisa tahan lama dan Amy kemudian bangkit dan langsung mengarahkan vaginanya ke penis Jason. Amy menaik turunkan pantatnya naik turun secara teratur dan kuliaht Jason Cuma menutup matanya menahan klimaksnya. Amy memang pandai menggoyang. Terbukti dari cowok-cowok yang pernah Amy tiduri. Mereka tidak pernah bertahan lebih dari 10menit.

    Setelah nafas Kevin mulai teratur, aku kembali mengemut penis Kevin yang sudah lemas kembali tegak. Setelah tegak, aku lepasin dan aku naik ke pundak Kevin dan menyuruh Kevin melakukan tugasnya pada vaginaku. Mungkin sudah terlalu sering menonton film biru, Kevin pandai sekali memainkan lidahnya di vaginaku. Aku mendesah hebat ketika Kevin memasukkan satu jarinya ke lubang vaginaku sambil terus menjilatnya. Setelah sekian menit Kevin menjilati vaginaku, aku turun ke penis Kevin dan mulai menggoyangnya. Goyanganku memang tak sehebat Amy tapi mampu menundukkan anak ingusan seperti Kevin yang baru pertama kali dalam waktu kurang dari 15 menit. Kevin memuntahkan cairan maninya yang kedua didalam vaginaku.

    Kevin sudah terlalu lemas untuk melanjutkan permainan sedangkan aku masih belum mencapai puncak sama sekali. Kulihat Beth dan Martin sepertinya sudah selesai. Beth masih dalam keadaan terlentang dan dadanya naik turun dengan cepat dan Martin duduk di sofa satunya lagi sambil mengocok penisnya sendiri sambil menatap kearah Amy dan Jason. “Sori Martin. Aku ga tahan. Bisa-bisa aku pingsan,” kata Beth yang masih terengah-engah. “Ga apa-apa. Istirahat aja dulu. Nanti baru lanjut lagi,” jawab Kevin dengan tersenyum. Aku tau Beth sudah mengalami orgasme yang entah sudah ke berapa kali karena Beth kalau bercinta sangat mudah orgasme apalagi kalau bertemu anak umur 18 tahun yang libido nya sangat tinggi. Sekarang amy lagi nungging dan disodok Jason dari belakang. Tangan Amy bertumpu pada sandaran sofa dan kakinya menumpu di ujung tempat duduk sofa. Martin berada di sebelah Amy sambil masih terus mengocok penisnya sendiri.

    Martin kemudian bangkit dan duduk di depan Amy dan Amy secara refleks langsung meraih penis Martin yang masih keras dan mengemutnya sehingga suara desahan Amy tertahan oleh penis Martin. Aku sangat menikmati pemandangan itu. Sesaat kemudian, Jason menarik penisnya dengan cepat dari vagina Amy. Aku sadar kalau Jason sudah mau orgasme jadi aku langsung meraih penisnya dan kumasukkan ke mulutku. Segera Jason menyemprotkan maninya sebanyak 5kali ke dalam mulutku. Aku menelan semua dan menjilati sisa-sisanya. Jason langsung terduduk lemas di sofa.

    Aku yang masih belum orgasme ga mau kalah juga. Aku naik ke pundak Martin seperti aku lakukan pada Kevin dan Martin langsung menjilati vaginaku dengan rakusnya sambil Amy masih tetap mengemut penis Martin. Dalam hal ini, Martin lebih pandai dari Kevin memainkan lidahnya. aku sampai mendesah ga karuan ketika di menjulur masukkan lidahnya dalam-dalam ke vaginaku. Sesaat kemudian, aku turun dari pundak Martin. Martin menyuruhku tidur terlentang dengan kaki diangkat tinggi-tinggi. Kemudian dia memasukkan penisnya yang sangat keras dan berurat ke vaginaku. Spontan saja aku berteriak mendesah sangat keras.

    Amy yang tidak mau tinggal diam, naik ke sofa dan mulai mengangkangkan kakinya kearah mukaku. Amy menyodorkan vaginanya ke mulutku dan langsung saja kujilati. Sekarang giliran Amy yang mendesah-desah. Beberapa saat kemudian, Amy mengalami orgasmenya yang kedua. Yang pertama tadi dirasakan melalui Jason dan sekarang dia sudah teramat lemas. Tinggal Martin yang masih menggoyang maju mundur pinggulnya kearah vaginaku. Diam-diam aku sangat kagum dengan stamina anak muda ini. Dia lebih hebat dari Jason walau penisnya ga sehebat Jason. Tak lama kemudian, aku mengalami orgasmeku yang panjang dan aku mendesah dengan sangat keras sehingga Beth dan Kevin yang dari tadi tidur lemas bangkit dan lihat kearahku. Martin tau aku sudah orgasme, segera dia cabut penisnya dari vaginaku. Terdengar bunyi plop ketika vaginaku dan penisnya berpisah. Detak jantungku berdetak dengan hebat.

    “Sekarang giliran lubang yang satunya lagi yah?”, tanya Martin dengan tersenyum.
    “Terserah! Tapi cepat yah. Aku ga tahan. Lu hebat banget!” balasku dengan mata tertutup karena sudah lemas.

    Segera Martin mengarahkan penisnya kearah anusku. Amy dan Beth tidak suka anal seks karena mereka merasa jijik padahal aku sangat menyukainya. Dengan mudah Martin memasukkan penisnya ke anusku. Posisiku masih tetap terlentang dengan pantatku terangkat lebih tinggi. Martin menggoyang pinggulnya dengan sangat kencang sehingga aku mendesah lebih hebat dari sebelumnya dan akhirnya aku merasakan akan mengalami orgasme kedua.

    “M-m-m-martiiiiiin…. Aku sudah mau keluar!!!,” jerit aku.

    Martin tidak menghiraukanku dengan masih tetap dengan kencangnya menggoyang pinggulnya. Akhirnya aku mendapat orgasmeku yang kedua dan Martin masih tetap menggoyang. Akhirnya saat-saat yang aku tunggu tiba juga. Martin segera mencabut penisnya dan langsung menyemprotnya ke dadaku. Banyak sekali dan panas. Martin langsung terduduk di lantai dengan lemasnya sedang aku langsung tertidur.

    Aku terbangun ketika kurasakan sesuatu yang dingin di vaginaku. Kubuka mataku dan kulihat Kevin sedang menjilati vaginaku. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 7malam. Kulihat sekeliling, ternyata Beth sedang dikerjai Jason dan Martin bersamaan. Martin sedang berdiri sambil merokok dan segelas bir di tangannya dengan Beth di bawahnya meng-oral penisnya dengan mulutnya. Sedang Jason berada di bawah dan penisnya diduduki Beth dan digoyang-goyang pinggulnya.

    “Dimana Amy?” aku bertanya ke Kevin dan dia terkejut ketika mengetahui aku sudah bangun.
    “D-d-d-di dapur,” jawab Kevin tergagap-gagap.

    Aku segera bangkit dan menuju ke dapur melihat apa yang sedang dilakukan Amy. Sebelum sampai ke dapur, Amy keluar dari pintu dapur dengan membawa satu jar berisi bir. “Untuk menambah panas pesta kita,” katanya singkat lalu dengan telanjang, Amy menuju kearah ruang tengah. Aku yang masih lemas bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka.

    Setelah cuci muka, aku kembali ke ruang tengah. Kulihat Amy sedang menduduki penis Martin yang terduduk di sofa dan demikian juga Beth yang menduduki penis Jason yang terduduk di sofa. Mereka duduk bersebelahan dan Kevin berdiri di tengah-tengah mereka sambil Beth dan Amy bergantian mengemut penis Kevin. Aku menjadi terangsang melihat adegan itu dan segera kuraih kamera digitalku dari lemari. Langsung saja kufoto mereka. Kevin kaget setengah mati dan bertanya untuk apa foto itu dan langsung saja kujawab untuk kenang-kenangan. Aku sudah mengoleksi foto-foto permainan seksku dengan semua cowok yang pernah kutiduri maupun Amy dan Beth.

    Permainan seks kita berenam berlangsung sampai jam 3 pagi. Karena keesokan harinya adalah hari minggu dan kita semua libur kerja juga cowok-cowok itu libur sekolah, jadi kita melakukan permainan seksnya sampai sore. Banyak sekali gaya seks yang kita peragakan dari one on one sampai one on three dimana penis Kevin kuemut, Martin memasukkan penisnya ke vaginaku dan Jason ke anusku. Sungguh nikmat sekali.

    Setelah acara itu, kami masih sering melakukannya bersama-sama. Baik aku sendiri melayani mereka bertiga maupun cuma dengan Jason maupun Martin one on one. Aku tidak terlalu menyukai Kevin karena ga tahan lama. Amy dan Beth juga sering menghubungi mereka dan bermain dengan mereka. Pernah suatu kali mereka membawa 5 orang lainnya ke tempatku dan pada waktu itu hanya aku sendiri di rumah jadi mau tak mau aku layani mereka berdelapan. Aku sangat puas dengan permaianan itu. Dan sampai sekarang pun kami tetap melakukannya.
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    Banci Dewasa joseph ivan's Avatar
    Bergabung
    Jan 2013
    Lokasi
    Cariu, kabupaten Bogor
    Posts
    847
    coba gaya bahasanya dirubah tidak ditermahkan begitu saja ... pasti ceritanya lebih asyik

Tags for this Thread

Agen Togel Nasional Online

Agen Judi bola Online
Agen Judi Poker Domino 99 Online

Agen Judi bola Online
Judi Poker Domino 99 ituQQ     Agen Judi Togel Online Asli4D