Diperkosa tapi kok minta lagi
Agen Poker BandarQ Online ituPoker .Taruhan Bola Online
.
.
Agen DominoQQ Ceme Online ituDewa
www.pokervovo.com .Judi Casino dan Togel Online Indonesia
. Situs Bandar Qiu Terbesar & Jamin Bayar 2015
.ww.bursabet.net
www.pokerkiukiu.com
QQDomino.net Bandar Domino QiuQiu Domino Ceme Poker Online Terpercaya Bandar Judi Casino Online
agen bola .model dewasa
jual lagu karaoke online www.bosbola.com
www.lapakdewa.com www.lapakvegas.com
Agen Judi Togel Online Indonesia TogelNalo Agen Togel Indonesia Online KuponNalo
Results 1 to 17 of 17

Thread: Diperkosa tapi kok minta lagi

  1. #1

    Diperkosa tapi kok minta lagi

    Bu Misye dalam perjalanan pulang dari tempat ia bekerja terpaksa berteduh karena dia tidak membawa jas hujan. Bu Misye berteduh di sebuah bangunan yang belum jadi namun sudah beratap. Setelah menyandarkan motornya Bu Misye mencari tepat duduk dan ternyata ada sebuah kursi panjang. Pakaian yang dikenakan suadah basah semua, Bu Misye sebelumnya berniat untuk tidak berteduh namun karena hujannya semakin lebat dan disertai angin dan petir maka ia memutuskan untuk berteduh, walaupun dalam hatinya cemas karena hari sudah menjelang gelap namun tanda-tanda hujan akan reda belum muncul.

    Belum lama duduk datang seorang pemuda tanggung yang juga akan berteduh. Setelah menyandarkan Tiger yang dipakainya, pemuda itu cepat-cepat masuk ke bangunan yang belum jadi tersebut. Bu Misye pertama agak khawatir dengan pemuda tersebut namun akhirnya kekhawatirannya akhirnya hilang karena melihat penampilannya juga keramahannya. Bu Misye melempar senyum dibalas dengan senyum oleh pemuda tersebut.

    Pemuda tanggung tersebut berkulit putih bersih dan wajah yang diakui oleh Bu Misye memang tampan. Pemuda tersebut duduk di kursi panjang agak berjauhan letaknya dengan Bu Misye.
    "Cuma sendirian Bu?" pemuda tersebut memulai pembicaraan.
    "Iya Dik" Bu Misye menjawab.
    "Adik dari mana?" lanjutnya.
    "Dari rumah teman, sedang Ibu sendiri dari mana?" pemuda itu menyambung.
    "Dari tempat kerja Dik" Bu Misye menjawab.
    "Koq sampai sore Ibu, memang tidak dijemput oleh suami atau putra Ibu?" pemuda tersebut kembali bertanya.
    "Ndak Dik.. walau udah tua Ibu berusaha sendiri lagian anak-anak Ibu udah berkeluarga semua" Bu Misye menyahut.
    "Eh Adik masih kuliah kelihatannya, nama Adik siapa biar enak kalau manggilnya" lanjut Bu Misye, walau dalam hatinya dia agak bingung kenapa harus bertanya namanya.
    "Iwan Ibu, masih kuliah semester pertama, nama Ibu?" jawab pemuda tersebut.
    "Misye" jawab Bu Misye.
    "Ibu umurnya berapa koq ngakunya sudah tua?" Iwan bertanya.
    "Udah hampir limapuluh Dik Iwan" jawab Bu Misye.
    "Koq masih keliatan lebih muda dari usia Bu Misye lho?" lanjut Iwan.

    Pembicaraan terhenti sebentar. Baju yang dipakai oleh Bu Misye yang basah secara jelas mencetak buah dadanya yang sekal terbungkus oleh BH hitam yang keliatan sangat menantang di usianya. Rambutnya yang teruarai lurus sebahu tampak basah juga. Kulitnya yang putih tampak titik air yang masih membasahinya. Iwan terus memandangi tubuh yang Bu Misye.
    "Tubuh Ibu masih bagus lho, Bu Misye tentu sangat bisa merawat tubuh" tiba-tiba Iwan memecah kesunyian.
    Bu Misye agak kaget dengan pertanyaan Iwan. Dia agak tersinggung dengan pertannyan itu apalagi mata Iwan yang tidak lepas dari dadanya. Anak ini ternyata agak kurang ajar.

    Belum lagi keterkejutannya hilang, Iwan berkata lagi, "Tentu suami Ibu sangat sengan dengan istri yang secantik dan semolek Bu Misye" Iwan berkata sambil meremas-remas kemaluannya yang masih dibungkus celananya.
    Melihat situasi yang kurang baik itu, Bu Misye tidak menjawab, dia langsung berdiri menuju ke motornya walaupun hujan tampaknya semakin menjadi-jadi. Namun tangan Iwan lebih dulu menyahut tangan Bu Misye. Bu Misye semakin marah.
    "Kau mau apa haa?" hardiknya.
    "Hujan masih lebat, sedang kita cuma berdua.. saya menginginkan Ibu" sahut Iwan dengan santainya sambil merangkul Bu Misye dari belakang.
    "Menginginkan apa?" Bu Misye agak berteriak sambil berusaha melepaskan pelukan Iwan.
    "Menginginkan tubuh Ibu.." Iwan berkata sambil tangannya beraksi menggerayangi tubuh Bu Misye dari belakang.
    "Jangan Dik Iwan.. apa kamu nggak merasa umurku.. sebaya dengan ibumu" Bu Misye berusaha untuk mengingatkan.
    "Justru itu saya suka" Iwan menyahut.
    Tangan kirinya merangkul Bu Misye dari belakang, tangan kananya berusaha menyingkap rok yang dipakai Bu Misye setelah tersingkap ke atas Iwan mengeluarkan penisnya yang sudah keras berdiri. Tak ketinggalan CD yang dipakai oleh Bu Misye dipelorotkan ke bawah.

    Tangan Iwan meraba-raba memiaw Bu Misye yang ditumbuhi oleh jembut yang rimbun. Jarinya berusaha masuk ke lubang kenikmatan Bu Misye.
    "Dik Iwan.. To.. long.. hentika.. ka.. ka.. ka.. mu nggak se.. harusnya mela.. kuka.. ini.. Dik Iwan Iwan.." Bu Misye berusaha mengingatkan lagi dengan terbata-bata.
    "Ah.. Jangan.. Dik Iwan.. Ibu.. sudah tua.. ingat.." tambahnya lagi.
    Iwan tidak menggubris kata-kata Bu Misye jarinya sudah masuk ke vagina Bu Misye dan bermain-main di dalamnya. Kemudian Iwan berusaha membalikkan tubuh Bu Misye, setelah itu dengan kasar Iwan mendorong tubuh molek itu sehingga jatuh terjerebab ke tanah. Dengan posisi duduk mengkangkang Bu Misye berusaha bangkit lagi dari duduknya. Pahanya yang mulus tersingkap sampai ke pangkalnya. Pakaian bagian atas acak-acakkan tampak sebagian kutang warna hitam yang seolah tak mampu menahan volume buah dada indah Bu Misye.

    Belum sempat berdiri Iwan berkata sambil melepaskan celana dan bajunya, "Bu Misye, anda berteriakpun tak akan ada orang yang mendengar.. tempat ini agak jauh dari rumah penduduk sebaiknya Bu Misye tidak usah macam-macam"
    "Aku tak kan sudi melayani kamu.. anak muda" Bu Misye setengah berteriak.
    "Sudah jangan banyak bicara lepaskan pakaianmu.. cepat.. daripada aku menyakiti Ibu" sahut Iwan sambil melepaskan celana dalamnya, tampak batang tongkolnya yang sudah mengacung keras.

    Airmata Bu Misye mulai berlinang. Dia merasa sangat ketakutan dan galau hatinya. Dia merasa tak berharga dihadapan anak muda yang pantas menjadi anaknya. Dia juga merasa menyesal berteduh di tempat itu, dia merasa juga menyesali pakaian kerja yang sering ia kenakan. Rok yang terlalu tinggi dan baju yang transparan yang memperlihatkan BHnya yang seakan tidak muat menahan buah dadanya, sehingga membuat para lelaki yang menatapnya seolah menelanjanginya. Namun dalam hatinya berkata juga bahwa baru sekarang dia melihat kemaluan lelaki yang besar, ****** suaminya tidak sebesar itu. Darahnya berdesir kencang.
    Belum hilang keterpanaannya sudah dikejutkan oleh suara Iwan lagi, "Cepatt! Sudah nggak tahan nih.."
    Karena dilanda ketakutan, dengan perlahan tangan Bu Misye melepas satu persatu kancing bajunya. Tampaklah payudaranya yang dibungkus oleh BH hitam.
    "Cepat lepas kutangmu!" bentak Iwan.

    Dalam hati Bu Misye berkata anak muda memang nggak sabaran. Setelah melepas BHnya, tumpahlah payudara Bu Misye yang masih tampak sekal dan menggairahkan, puting susunya yang coklat kehitam-hitaman tampak menantang sekali.
    Iwan jongkok di dekat Bu Misye tangannya mulai menggerayangi payudara Bu Misye.
    "Uh.. ah.. ah.." rintih Bu Misye ketika tangan Iwan memilin milin putingnya.
    Tidak puas memilin-milin mulut Iwan mulai mendarat di pucuk anggur itu. Lidahnya menari-nari dan ketika dihisap keras-keras Bu Misye hanya bisa menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan matanya. Setelah puas dengan buah dada Bu Misye Iwan bangkit kemudian mendekatkan tongkolnya yang besar tersebut ke mulut wanita paruh baya yang lemah itu.
    "Hisap.. Bu Misye" perintahnya.
    "Cepatt!" bentak Iwan ketika Bu Misye belum juga melakukan apa yang ia kehendaki.

    Akhirnya Bu Misye mengulum batang zakar. Pertama dia melakukan hampir saja dia muntah karena selama hidupnya dia baru melakukan beberapa kali dengan suaminya. Bu Misye seakan tidak percaya apa yang dia lakukan sekarang, dia di tempatnya bekerja adalah orang yang dihormati sedang di kampungnya dia juga orang yang disegani Ibu-Ibu. Namun pada saat ini dia sedang melakukan hal yang jorok hingga tentu kehormatannya sebagai wanita hilang sama sekali.

    Iwan dengan kasar memaju mundurkan tongkolnya sehingga terdengar suara nyaring menggairahkan. Setelah puas Iwan bangkit lagi kemudian di mengambil posisi ditengah-tengah di antara kaki mulus Bu Misye.
    Sambil mengelus-elus tongkolnya yang sudah sangat keras, Iwan berkata, "Bu Misye lebarkan lagi agar lebih mudah"
    Hal yang sangat mendebarkan bagi Bu Misye akan terjadi dengan perlahan Bu Misye membuka lebar kakinya sehingga tampaklah memiawnya yang tampak merekah dengan bibirnya yang agak menggelambir. Perlahan dan pasti Iwan menuntun tongkolnya memasuki lobang kenikmatan Bu Misye. Iwan merasakan kehangatan memiaw Bu Misye dan kekencangannya seakan meremas rudal Iwan. Sebaliknya Bu Misye yang sedari tadi dengan berdebar menantikan hal tersebut seakan terhenti detak jantungnya ketika ia mulai ditusuk oleh anak muda ini. Seakan merobek barang paling berharga yang dimilikinya.

    Ketika Iwan mulai mempercepat genjotannya tampaknya Bu Misye juga sudah mulai melambung ke awan. Sementara diluar hujan seakan belum mau berhenti. Iwan semakin mempercepat genjotannya. Buah dada Bu Misye tergoncang-goncang kesana-kemari. Bu Misye yang semula pasif sedikit memberi perlawanan dengan menggoyangkan pantatnya. Tangannya mengepal memukul lantai, kepalanya bergoyang menahan hawa birahi yang semakin meninggi.

    Akhirnya Bu Misye tidak kuat menahan cairan yang semula ia bendung-bendung, lobang memiaw Bu Misye mengerut kencang ketika dia mencapai puncak. Bu Misye malu kenapa dia bisa orgame padahal ia tidak menginginkan itu. Yang lebih membuat dia bertambah malu adalah Iwan seakan mengetahui hal tersebut. Iwan tersenyum sambil terus mempercepat genjotannya. Dalam hatinya dia berkata ternyata kau juga merasakan kenikmatan juga. Dan tampaknya Iwan juga akan sampai ke puncak. Dan terdengar lenguhan panjang Iwan ketika batang tongkolnya ia tancapkan dalam-dalam sambil merangkul erat Bu Misye keluarlah cairan sperma membanjiri lobang memiaw Bu Misye.

    Iwan terkulai lemas diatas tubuh telanjang Bu Misye jiwa mereka seolah melayang sejenak.
    Setelah itu Iwan bangkit dan mengambil pakaiannya sambil berkata, "Bu Misye berpakaianlah, tampaknya hujan sudah mulai reda, memiaw Ibu ueenak sekali, terima kasih ya Bu Misye".
    Bu Misye menatap Iwan dalam hatinya bercampur antara marah, gundah, galau. Namun satu hal yang dia tidak pungkiri bahwa dia juga menikmati perkosaan yang dilakukan Iwan.

    Akhirnya Bu Misye memunguti pakaian kemudian mengenakannya kembali. Mereka berjalan ke arah motor mereka tanpa bersuara.
    Tampaknya hujan sudah reda. Bu Misye menghidupkan mesin motornya, namun ia dihentikan lagi oleh Iwan.
    Iwan berkata, "Bu Misye saya minta maaf akan kelancangan saya, saya tidak bisa menahan gejolak nafsu saya.."
    Bu Misye tak menjawab. Ia hanya menatap wajah Iwan dengan mata yang berkaca-kaca. Iwan diam kemudian Iwan mendekatkan wajahnya dan ciuman hangat ia daratkan ke bibir Bu Misye. Pertama Bu Misye diam namun akhirnya Bu Misye membalas ciuman tersebut. Lidah mereka saling bertautan. Sejenak kemudian Bu Misye tersadar dan melepaskan ciuman tersebut kemudian melajukan kendaraannya.

    Iwan hanya terdiam terpaku kemudian menaiki kendaraannya ke arah yang berlawanan. Bu Misye menerobos hujan rintik-rintik dengan perasaan yang sebenarnya terpuaskan.
  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Bergabung
    Always
    Posts
    Many
    BursaBet
     

  3. #2
    Korban Banci rhama's Avatar
    Bergabung
    Oct 2011
    Lokasi
    dumai.riau indonesia
    Posts
    27
    owh...mantap tuch
  4. #3
    enakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kkkkk
  5. #4
    Korban Banci
    Bergabung
    Jan 2013
    Lokasi
    pekanbaru
    Posts
    35
    laanjoooeettttt....bossss...
  6. #5
    Korban Banci
    Bergabung
    Dec 2012
    Posts
    63
    dari moh jadi mau...., mantzp
  7. #6
    Korban Banci
    Bergabung
    May 2012
    Lokasi
    surabaya
    Posts
    34
    klo rasa nggak pernah bohong....
  8. #7
    lanjutkan!!!! semangat ng*nt*t
  9. #8
    Korban Banci faustine's Avatar
    Bergabung
    Feb 2013
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    10
    Masa sih sampe sgitunya
  10. #9
    mataaaaaaaaapppppppppsssssssssss
  11. #10
    wooooowwww mantab ceritanya...
  12. #11
    Ditunggu story berikutnya
  13. #12
    Korban Banci
    Bergabung
    Jul 2015
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    25
    bikin lanjutan dongg
  14. #13
    Korban Banci
    Bergabung
    Oct 2013
    Lokasi
    Tanjungpinang
    Posts
    29
    Bagus ceritanya...
  15. #14
    Banci Dewasa joseph ivan's Avatar
    Bergabung
    Jan 2013
    Lokasi
    Cariu, kabupaten Bogor
    Posts
    847
    ouch ... nikmat juga ya .... mantab ceritanya ...
  16. #15
    VOC terExist sempak nenek binal's Avatar
    Bergabung
    Nov 2011
    Lokasi
    di hatimu
    Posts
    19,923
    i'am coming in 2015



    makasih masbrow sudah mau berbagi

    emmm gak percaya gw, tapi boleh juga gan

    sempak nenek binal 2015
  17. #16
    Korban Banci
    Bergabung
    Sep 2015
    Lokasi
    jakarta
    Posts
    58
    pengen nyoba ngesek tapi pake settingan gitu.. ceritanya diperkosa emang selalu ngasi kesenangan dibalik siksaan..
  18. #17
    Seru juga Vie idenya

Tags for this Thread

Agen Togel Nasional Online

Agen Judi bola Online
Agen Judi Poker Domino 99 Online

Agen Judi bola Online
Judi Poker Domino 99 ituQQ     Agen Judi Togel Online Asli4D